BISNIS ONLINE DI TENGAH POLEMIK PANDEMI COVID-19
LATAR BELAKANG
Bisnis adalah kegiatan yang berkaitan dengan produsen dan
konsumen, manajemen, dan sistem-sistem yang akan dipakai, kegiatan yang ada
dalam suatu perusahaan juga menjadi bagian dari bisnis. Kegiatan antara
konsumen dan produsen merupakan kegiatan yang terjadi dalam suatu bisnis.
Ketika terjadinya transaksi diantara kedua pihak tersebut, hal yang terjadi
tersebut adalah kegiatan dari bisnis itu sendiri.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang
atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan.
Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, penggunaan singular kata bisnis
dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan
ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang paling
luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia
barang dan jasa.
Sejak ratusan tahun lalu sebagian besar atau mayoritas
masyarakat Indonesia hidup dari pertanian. Hanya mereka yang hidup di daerah
pantai sering terlibat dengan perdagangan kecil-kecilan dan belum pernah
memasuki tingkat perdagangan internasional dengan ukuran skala ekonomis.
Menurut mereka bahwa pada zaman dahulu para pedagang Indonesia telah aktif
berdagang rempah-rempah sampai Gujarat, Teluk Arab, dan Madagaskar. Kemudian
muncul Revolusi industri yang membawa perubahan secara drastis dan sangat
penting. Adanya mesin uap menimbulkan perubahan; pada pertanian yang tadinya
menggunakan bajak, dengan tenaga sapi, kerbau, sekarang diganti dengan traktor
dan buldozer yang bertenaga luar biasa. Akhirnya ekonomi tumbuh pesat dan
memberi peluang berkembangnya pabrik-pabrik, perdagangan besar, perdagangan
eceran, dan perusahaan jasa baik perorangan atau pun persekutuan.
1.
DEFINISI
DASAR DASAR BISNIS
Bisnis adalah kegiatan yang
berkaitan dengan produsen dan konsumen, manajemen, dan sistem-sistem yang akan
dipakai, kegiatan yang ada dalam suatu perusahaan juga menjadi bagian dari
bisnis. Kegiatan antara konsumen dan produsen merupakan kegiatan yang terjadi
dalam suatu bisnis. Ketika terjadinya transaksi diantara kedua pihak tersebut,
hal yang terjadi tersebut adalah kegiatan dari bisnis itu sendiri.
Dan dapat diartikan bahwa
bisnis merupakan suartu kegiatan yang dilakukan terus menerus mulai dari
pengadaan barang baku, produksi, pemasaran pemasaran dan distribusi sampai pada
konsumen dalam bentuk barang maupun jasa dengan tujuan mendapatan keuntungan
dan kemanfaatan. Adanya bisnis tidak dapat terlepas dari adanya dua unsur
yaitu, subjek dan objek. Subjek bisnis adalah pelaku bisnis itu sendiri
meliputi pemerintah, pemilik perusahaan, pemegang saham, manajer, karyawan,
produsen, pemasok, distributor, masyarakat, dan konsumen. Sedangkan objek
bisnis adalah barang dan jasa yang menjadi objek dari pelaku bisnis, selain itu
dalam bisnis juga diperlukan beberapa hal penting bagi berjalannya bisnis itu
sendiri, yaitu keuangan, manajerial, dan etika.
2. 2.PENGERTIAN
BISNIS MENURUT PARA AHLI DAN UNSUR UNSURNYA
A.
Pengertian Bisnis Menurut para Ahli
1. Bisnis menurut Hughes dan Kapoor
Menurut Hughes dan Kapoor,
definisi bisnis adalah kegiatan individu yang mana terorganisir, atau bisa
dikatakan terorganisasi oleh serangkaian individu untuk menghasilkan suatu
produk atau barang untuk dijual, serta menjual barang maupun jasa yang
ditujukan guna untuk mendapatkan keuntungan dan disamping itu ditujukan guna
untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat.
2. Bisnis menurut Brown dan Petrello
Pengertian bisnis menurut para
ahli yaitu Brown dan Petrello adalah lembaga yang menghasilkan suatu bentuk
barang maupun jasa yang mana barang atau jasa tersebut dibutuhkan oleh
masyarakat umum serta semua hal yang mencakup dalam semua aspek usaha yang
dilakukan oleh instansi pemerintahan maupun swasta dan ditujukan untuk suatu
pencapaian tertentu seperti ingin mengejar suatu keuntungan (laba) ataupun
tidak.
3. Bisnis menurut Jeff Madura
Definisi berikutnya dikemukakan
oleh Jeff Madura yang mengatakan bahwa instansi yang dibentuk oleh perorangan
atau kelompok yang mendirikan suatu perusahaan yang dibuat guna sebagai
penyedia layanan atau suatu produk yang diinginkan oleh pelanggan atau
masyarakat pada umumnya.
4. Bisnis menurut L.R Dicksee
Seorang ahli lainnya mengatakan
bahwa bisnis adalah sebuah bentuk dari suatu aktivitas yang bertujuan untuk
mendapatkan suatu keuntungan (laba) dari yang berkepentingan dalam terjadinya
aktivitas bisnis tersebut.
5. Bisnis Menurut Griffin dan Ebert
Menurutnya, bisnis adalah
organisasi yang menyediakan barang atau jasa dengan maksud mendapatkan laba.
6. Bisnis Menurut Prof. Owen
Bisnis adalah sebuah perusahaan
yang berhubungan dengan produksi dan distribusi barang-barang untuk dijual ke
pasaran ataupun memberikan harga pada setiap jasanya.
7. Bisnis Menurut Hooper
Bisnis merupakan segala dan keseluruhan
kompleksitas yang ada pada berbagai bidang seperti penjualan (commerce) dan
industri, industri dasar, processing, dan industri manufaktur dan jaringan,
distribusi, perbankan, asuransi, transportasi, dan seterusnya yang kemudian
melayani dan memasuki secara utuh (which serve and interpenetrate) dunia bisnis
secara menyeluruh.
8. Bisnis Menurut Menurut Merriam Webster
Definisi bisnis menurutnya adalah
suatu aktivitas pembuatan, pembelian atau penjualan barang dan jasa yang
kemudian dipertukarkan dengan uang; kerja atau aktivitas yang merupakan bagian
dari pekerjaan; Jumlah aktivitas yang telah diselesaikan oleh sebuah toko,
perusahaan, pabrik dan lain lain.
9. Bisnis Menurut Steinford
Pengertian bisnis menurut para
ahli berikutnya ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang
dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka
lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan
tersebut, sambil memperoleh laba.
B.
Dalam pelaksanaannya, bisnis memiliki unsur-unsur, seperti:
1. Rencana pemasaran
2. Rencana produksi
3. Rencana keuangan
4. Rencana SDM dan organisasi
5. Analisa resiko dan hasil
6. Batasan waktu
Demikian beberapa pengertian bisnis menurut para ahli yang perlu diketahui.
Setelah mengetahui artinya, Anda pun perlu memahami unsur-unsur yang ada di
dalam bisnis tersebut, agar ketika mulai terjun di dunia bisnis, Anda bisa
lebih siap. Jadi bisnis bukanlah kegiatan mencari uang atau mencari keuntungan
dalam jangka pendek. Bisnis adalah kegiatan serius yang bersifat jangka panjang
dan banyak hal yang harus diperhatikan dan dikembangkan, mulai dari aspek
keuangan, pemasaran, penjualan, operasional, pengembangan sumber daya manusia
dan sebagainya.
3. RUANG LINGKUP KEGIATAN BISNIS
Ruang lingkup kegiatan dalam
bisnis sangat luas, akan tetapi kegiatan bisnis dapat digolongkan menjadi tiga
aspek, antara lain:
1. Aspek Produksi
Produksi (Production)
merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengolah suatu bahan baku atau
sumber-sumber yang ada agar tercipta suatu produk yang mempunyai nilai guna
yang lebih tinggi. Pihak yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.
2. Aspek Distribusi
Distribusi (Distribution)
adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan
para pemakai, saat barang atau jasa tersebut diperlukan. Umumnya distribusi
meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a.
Pemindahan bahan
baku dari pemasok (supplier) kepada awal mula lini produksi.
b.
Melibatkan
penyimpanan penanganan bahan baku barang jadi.
c.
Pengemasan.
d.
Pengendalian
persediaan.
e.
Transportasi
kepada konsumen
3. Aspek Konsumsi
Konsumsi (Consumtion)
adalah suatu pemanfaatan nilai guna suatu barang atau jasa demi terpenuhinya
suatu kebutuhan. Orang yang melakukan konsumsi disebut konsumen. Konsumen
adalah setiap orang yang memakai barang dan jasa yang tersedia, baik bagi
kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, kemompok, maupun makhluk hidup
lain dan tidak untuk diperdagangkan kembali.
Banyak yang menggolongkan
aspek-aspek tersebut sebagai 'jenis bisnis' namun itu adalah hal yang keliru.
Aspek diatas bukanlah 'jenis' dari bisnis, melainkan komponen dalam
suatu bisnis.
4. TUJUAN BISNIS
Tujuan bisnis menurut Skinner 1992 adalah :
1. Mendapat Profit (keuntungan)
2. Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
3. Pertumbuhan perusahaan
4. Tanggung jawab sosial
Bagi perusahaan/bisnis, tujuan
didirikannya bisnis atau perusahaan adalah mendapat keuntungan. Namun bukan
berarti terbatas pada profit oriented semata, maka tujuan
didirikannya sebuah bisnis adalah:
· Keuntungan (Profit)
· Menyediakan barang atau jasa
sesuai kebutuhan konsumen.
· Mendapatkan Kesejahteraan
pemilik faktor produksi dan masyarakat umum.
· Menyediakan lapangan pekerjaan
· Mendapat Eksistensi suatu
perusahaan dalam jangka panjang
· Kemajuan pertumbuhan
perekonomian
· Memperoleh Prestise dan
prestasi
· Mendapatkan Citra yang baik
dipandangan masyarakat
· dan lain-lain
Tujuan lain yang ingin dicapai oleh pelaku bisnis (secara
individu) diantaranya :
· Mencukupi berbagai suatu
kebutuhan dalam hidupnya
· Untuk mensejahterkan dirinya
dan keluarga
· Aktualisasi diri
· Mencoba suatu hal baru
· Memanfaatkan waktu luang agar
mendapatkan kesibukan
· Memiliki usaha sendiri
sehingga tidak bekerja pada orang lain.
· dan lain-lain
5. FUNGSI DAN MANFAAT BISNIS
A. Fungsi bisnis
Adapun beberapa fungsi bisnis adalah sebagai
berikut:
· Form utility, yaitu fungsi produksi di
mana sebuah bisnis menghasilkan suatu barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Misalnya, perusahaan furniture, perusahaan jasa keuangan.
· Place utility, yaitu fungsi distribusi di
mana sebuah bisnis menyalurkan suatu barang atau jasa ke lokasi terdekat yang
bisa dijangkau konsumen.
· Possessive utility, yaitu fungsi penjualan dalam
bisnis di mana sebuah perusahaan menjual suatu produk ke konsumen yang
membutuhkan, baik itu barang maupun jasa.
· Time utility, yaitu fungsi penyimpanan dan
pemasaran dalam bisnis, di mana barang pada saat itu kurang bermanfaat untuk
nanti dikeluarkan pada saat barang tersebut lebih bermanfaat.
B.
Manfaat
bisnis
Menjalankan bisnis memberikan
banyak manfaat bagi para pelakunya. Dengan memiliki bisnis, kamu akan merasakan
beberapa manfaat berikut ini:
· Mendapatkan penghargaan dan
pengakuan.
· Menjadi bos untuk diri
sendiri.
· Menggaji diri sendiri.
· Bisa mengatur waktu dengan
leluasa.
· Memiliki masa depan yang
cerah.
BISNIS ONLINE DI TENGAH POLEMIK PANDEMI
COVID-19
1.
PENGERTIAN
BISNIS ONLINE
Bisnis online adalah
kegiatan bisnis yang dilakukan di dunia maya dengan bantuan internet.
Menjalankan bisnis online memerlukan media online sebagai wahana berbisnis.
Ditengah Polemik Pandemi Covid-19,rantai pasokan logistik diharapkan
meminimalkan pertemuan dan kerumunan pembeli.
Pada bisnis online berbagai jenis produk dapat dijual melalui
bisnis online. Mulai dari barang, jasa, hingga produk digital. Bahkan, tak
ada batasan dari mana calon konsumen produk untuk tersebut. Sebab, pembeli
produk bisa berasal dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri.
Maka dari itu, dengan bisnis online Anda
tidak perlu membuka toko atau ruko seperti pada bisnis offline. Anda cukup
menjalankan bisnis melalui website toko online, media
sosial, atau marketplace.
juga
bisa mengelola bisnis tersebut dari rumah, atau di mana pun Anda
menginginkannya. Alhasil, Anda tak perlu mengeluarkan banyak modal untuk
memulai sebuah bisnis. Bahkan, ada beberapa bisnis online tanpa modal yang
bisa dilakukan dan terbukti cuan, lho!
Sebagai contoh, bisnis online Anda bisa
berupa menjual produk orang lain (dropshipping), mendapatkan komisi dengan
bergabung afiliasi,
dan masih banyak lainnya.
Menurut Chairman Supply
Chain Management (SCI) Setijadi menyatakan untuk menekan penyebaran wabah
Covid-19,pergerakan barang dan manusia memang harus dibatasi sekaligus
dikendalikan, baik pada wilayah yang telah di tetapkan status tanggap darurat
bencana maunpun yang belum.
2. JENIS BISNIS ONLINE
1. Dropshipping
Dropshipping
merupakan contoh bisnis online yang paling banyak dikembangkan karena
keunggulan yang ditawarkan. Anda bisa menjalankan bisnis dropshipping dengan
hanya bermodalkan koneksi internet dan smartphone atau laptop.
Untuk
memulai usaha dropshipping, Anda perlu mencari produsen dari produk yang ingin
Anda jual. Selanjutnya, Anda akan membentuk suatu kerja sama dropshipping
dimana Anda berperan sebagai dropshipper dan bertanggung jawab dalam memasarkan
produk.
Selanjutnya,
setelah ada konsumen yang tertarik, Anda hanya perlu meneruskan informasi
konsumen ke produsen. Barang akan dikirimkan oleh produsen secara langsung
tanpa harus melalui Anda.
Dengan
demikian, Anda tidak membutuhkan modal untuk membeli produk dan hanya perlu
memastikan bahwa produk benar-benar sampai di tangan konsumen. Anda bisa
memanfaatkan beragam media sosial yang tersedia untuk menjangkau konsumen
secara online.
Bisnis
online jenis ini banyak digunakan untuk produk baju, kosmetik, dan frozen food.
Meskipun Anda tidak terlibat secara langsung, tapi Anda perlu memastikan bahwa
produk yang dijual benar-benar berkualitas dan sesuai dengan keinginan
konsumen.
2. Afiliasi BebasBayar
Daftar
bisnis online selanjutnya adalah program afiliasi atau referral. Program
ini pada dasarnya memberikan komisi apabila Anda berhasil mengajak konsumen
untuk menggunakan produk dari penyedia program afiliasi.
Sistem
pemberian dan besaran uang yang diberikan sangat bergantung pada skala bisnis
dan tingkat kesulitan mendapatkan konsumen. Bisnis ini tentu cocok bagi Anda
yang memiliki jaringan sosial yang luas dan memiliki kemampuan untuk mengajak
orang lain.
Jika Anda
tertarik dengan bisnis ini, Anda dapat mencobanya dengan mengikuti program khusus BebasBayar. Pada
program ini, Anda bertugas untuk mendapatkan konsumen yang bersedia
meningkatkan status keanggotaan menjadi premium.
Hanya
dengan 10 orang, Anda sudah berhak mendapatkan hadiah 1 buah koin emas atau
uang tunai sebesar Rp350.000 dan tanpa diundi. Tentu hadiah ini dapat ditukarkan
dengan hadiah yang lebih besar yaitu umroh dan jalan-jalan ke Eropa.
Sistem
afiliasi ini tentu sangat menarik karena keuntungan yang ditawarkan dan
kemudahan dalam mendapatkan hadiah. Jika Anda memiliki jaringan sosial yang
luas dan mampu bernegosiasi dengan baik, maka afiliasi BebasBayar pasti dapat
dijalankan dengan mudah.
3. Pay Per Click
Pay Per
Click pada dasarnya sama dengan sistem afiliasi dimana Anda akan mendapatkan
bayaran untuk setiap pengunjung yang berasal dari situs Anda. Perbedaannya
terletak pada sistem yang digunakan.
Pada PPC,
Anda akan menerima bayaran untuk setiap klik yang dihasilkan oleh pengunjung.
Besaran komisi akan sangat bergantung pada penyedia bisnis PPC. Beberapa
penyedia layanan PPC adalah Google AdSense, Adsensecamp.com, atau sitti.co.id.
Anda bisa
meletakkan gambar, gif, atau teks pada halaman website Anda. Usahakan untuk
meletakkan link di tempat yang mudah dijangkau pengunjung tetapi jangan sampai
mengganggu kenyamanan pengunjung website Anda.
4. Online Shop
Kalau
bisnis online yang satu ini, tentu Anda sudah sangat familiar. Online shop pada
dasarnya sama dengan toko pada umumnya karena Anda menjual produk atau jasa
kepada konsumen. Hal yang membedakan adalah media yang digunakan.
Untuk
membuat online shop, Anda bisa memanfaatkan media sosial mulai dari Facebook,
Instagram, Twitter, dan WhatsApp. Selain itu, ada juga platform jual beli
online yang bisa digunakan secara gratis seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak,
dan Jd.id.
Kehadiran
platform jual beli online sangat memudahkan pemilik online shop untuk
menjangkau konsumen dengan lebih luas. Selain itu, beberapa platform juga
menyediakan voucher potongan ongkos kirim sehingga konsumen menjadi semakin
tertarik membeli produk.
5. High Yield Investment
Program (HYIP)
HYIP
merupakan bisnis yang tergolong sebagai jenis-jenis bisnis online yang
merugikan. Bisnis jenis ini berkembang dengan menggunakan skema Ponzi. Pada
skema ini, hanya pelaku bisnis di level atas yang bisa menikmati keuntungan.
Ciri dari
bisnis ini adalah janji keuntungan yang sangat tinggi bahkan terlampau tidak
masuk akal. Biasanya pelaku bisnis yang baru akan diminta menyetorkan sejumlah
uang. Setelah uang terkumpul dalam jumlah banyak, bisnis akan segera ditutup
dan tidak muncul kabar.
Oleh karena
itu, Anda perlu memahami celah kejahatan yang mungkin saja terjadi. Anda bisa
mencari daftar bisnis online yang bermasalah sebelum memutuskan untuk
menjalankan bisnis online tertentu.
3.. BISNIS
ONLINE DI TENGAH POLEMIK PANDEMI COVID-19
Dengan adanya Polemik
Pandemi Covid-19 ini dapat mempengaruhi tingkat pendapatan penduduk
Indonesia,yang mana banyak pekerja yang sudah tidak dipekerjakan lagi oleh
perusahaannnya atau para pengusaha dan para pedagang kaki lima yang sudah tidak
bisa menjualkan produk nya.
Sehingga dengan adanya
Polemik Pandemi Covid -19 masyarakat Indonesia berusaha menjadi kretiv dan
inovatif untuk dapat menghasilkan pendapatan agar bisa bertahan hidup dengan
cara menjadi pebisnis online. Maka dari pada itu muncullah bisnis-bisnis Online
dengan berbagai produk, harga, promosi yang berbeda beda sebabagi contoh dengan
melakukan Jasa titip satu dengan yang lainya.
Pesatnya perkembangan
teknologi, maraknya penggunaan media sosial, serta sifat konsumtif masyarakat
Indonesia yang relatif tinggi melatar belakangi pertumbuhan minat masyarakat
melakukan bisnis Jasa titip (Jastip).Wearesosial Hootsuite (2019) mengatakan
bahwa 56 persen populasi penduduk Indonesia atau 150 juta dari 268 juta
penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial aktif. Dari sisi konsumsi
rumah tangga,Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa Produk Domestik
Bruto (PDB) sektor konsumsi rumah tangga pada Triwulan III 2018 atas dasar
harga konstan sebesar Rp 1.440,84 triliun atau sekitar 53,68 persen dari total
PDB nasional.
Artinya, perekonomian
Indonesia saat ini masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga,bisnis Jasa Titip
(Jastip) yang berkonsep personal shopper tidak mengharuskan pelaku usaha Jasa
Titip (Jastip) untuk menyetok barang dalam jumlah besar dan beragam seperti
layaknya online shop.
Pelaku usaha jastip
hanya akan membeli barang yang diminta oleh konsumen. Beberapa jenis produk
utama yang kerap menjadi sasaran konsumen pengguna layanan Jasa Titip (Jastip)
antara lain kosmetik, fashion wanita, makanan kemasan, perabotan rumah tangga,
pernak-pernik keramik, produk elektronik,dan lain-lain.
Negara-negara tujuan
utama pelaku bisnis Jasa Titip (Jastip) dalam melakukan usahanya beragam mulai
dari kawasan Asia,Amerika,hingga Eropa. Di Asia, beberapa negara tujuan utama
tersebut antara lain Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Thailand.
Dari sisi pengguna,
menunjukan bahwa 70 persen pengguna layanan Jasa Titip (Jastip) adalah wanita
dan sisanya adalah pria. Masih banyak orang yang menganggap remeh bisnis online
hanya karena bisnis ini dilakukan di internet. Bisnis online dianggap mudah
karena hanya membutuhkan gadget dan internet dalam kegiatan operasionalnya.
Meski demikian bisnis
online tidak semudah kelihatannya. Ada banyak tantangan yang perlu dihadapi.
Berikut adalah 5 permasalahan dan tantangan yang sering dihadapi bisnis online
yaitu, Kompetitor adalah tantangan pertama dalam bisnis, apapun jenisnya adalah
kompetitor.
Kita ambil contoh di
media sosial, di sana arus informasi berjalan dengan sangat cepat, sehingga
banyak sekali informasi atau pesan yang muncul lalu hilang begitu saja. Inilah
mengapa Pebisnis Online harus lebih menonjol agar konten yang terbitkan di
media sosial bisa menarik perhatian audiens.
Perkembangan Teknologi
adalah Teknologi akan terus berkembang dari waktu ke waktu, dan perkembangan
ini bisa membawa masalah baru bagi bisnis online. Sebaliknya, jika mampu
beradaptasi dengan perkembangan tersebut, mungkin akan menemukan
peluang-peluang baru yang bisa bermanfaat untuk bisnis online dalam jangka
panjang.
Mengikuti tren digital
juga penting bagi bisnis online. Fraud adalah saat ini sistem keamanan online
sudah semakin canggih, penipuan dalam bisnis online masih banyak dijumpai
Penipuan masih bisa terjadi akibat kurangnya kehati-hatian dalam berbisnis
online,baik dari pihak pembeli maupun penjual.
Semakin banyaknya
penipuan online, sedikit banyak dapat menurunkan tingkat kepercayaan konsumen
dalam transaksi online, dan ini akan memberikan dampak tidak langsung kepada
bisnis, Masalah Finansial adalah masalah ini biasanya muncul akibat ketidak
disiplinan pelaku bisnis online dalam melakukan pencatatan. Bahkan tidak jarang
ada bisnis online yang tidak melakukan pencatatan keuangan sama sekali,
Karakteristik konsumen yang rumit.
Dalam menjalankan bisnis
online, Kita akan menjumpai berbagai tipe konsumen dari berbagai latar belakang
yang berbeda, dan tidak semuanya bisa kooperatif. Menciptakan bisnis online
yang sukses bukan tugas mudah. Tak peduli seberapa bagus atau uniknya produk
dan layanan pebisnis online.
Pebisnis online tetap
perlu berkompetisi dengan banyak bisnis lain untuk mendapat perhatian audiens
target. Di luar sana menjadi dunia kompetisi yang sebenarnya, dan siapapun
ingin menghasilkan uang. Dan untuk saat ini masa pandemic covid-19 bisnis
online adalah cara yang baik dan peluang yang baik untuk menghasilkan uang jika
dipergunakan dengan cara yang baik dan positif.
4.. KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa untuk mempertahankan kelangsungan setiap usaha
perlu pemahaman tentang pemanfaatan terkait pemahaman dasar dasar bisnis, internet
dan media sosial dimana hal tersebut merupakan strategi yang sangat tepat di
tengah pandemi covid-19 ini. Namun demikian penggunaan teknologi juga
membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta sumber daya manusia yang memiliki
kemampuan di bidang teknologi informasi.
SARAN
Adapun saran yang dapat disampaikan pada permasalahan diatas adalah
bahwa setiap pelaku Bisnis Online sebaiknya memiliki keterampilan dalam
memanage setiap permsalahan yang ada di depan selain itu kemampuan para pelaku
usaha khususnya dibidang online juga perlu dikembangkan terlebih di bidang
teknologi dan informasi.
SOLUSI
Dalam hal persaingan bisnis dimasa pandemic seperti saat ini para
pelaku Bisnis khuusunya Bisnins Online mau tidak mau suka tidak suka harus
mengikuti kemajuan teknologi agar dapat bersaing dengan pebisnis online lain,
selain itu para pelaku bisnis online sebaiknya didukung juga dengan perangkat
teknologi yang memadai sebagai wadah atau alat untuk menjalankan bisnis online
tersebut.
Sumber :
-https://www.daya.id/usaha/artikel-daya/pengembangan-diri/pengertian-bisnis-menurut-para-ahli-beserta-unsur-unsurnya
- artikel Yusuf Rendy Manilet. (Peneliti CORE Indonesia) terkait data
dan tantangan yang terjadi pada perkembangan E Comerce saat ini.
-http://ekonominator.blogspot.com/2017/09/dasar-dasar-bisnis-ruang-lingkup-bisnis.html
- https://qwords.com/blog/apa-itu-studi-kelayakan-bisnis-dan-manfaatnya/
-https://sasanadigital.com/bisnis-di-era-digital-dan-aspek-penting-yang-perlu-diperhatikan/
Taufikurrahman_Mahasiswa Program Studi Akuntansi_STIE MBI Depok_19020030

Komentar
Posting Komentar